NEWS
DETAILS
Sabtu, 28 Oct 2017 11:19 - Koentoel Soerobojo

Assalamu’alaikum wr wb

Selamat pagi,

Jumpa lagi sama mimin, kemarin mimin dha ulas tunggangan dari bro dwis / unyeel gobis dengan “Si Gabon” miliknya. Kali ini mimin mau ulas koleksi tunggangan dari Pak Ketum (Ketua Umum) PPMH Koentoel Soerobojo satunya, beberapa waktu lalu udah ane ulas tunggangannya yang dijulukin “Big Red” karena bodinya yang bongsor dan tampak gagah. Namun yang mau mimin ulas kali ini yakni tunggangannya yang legendaris, karena Km-nya yang gak ke itung jauhnya serta C70 yang satu ini adalah tunggangan pertama pak Ketum.

Spesifikasi “69” yang melegenda:

Engine Type: SOHC Air Cooled

Bore X Stroke: 56 mm X 55,5 mm

Volume Displascement: 136,67 Cm3

Ratio Compression: 12,9:1

Ignition: CDI-DC

Draft Gear: 67T/19T

Gear Box Ratio: Custom

Carburation: PE 24mm (Honda Nouva Dash)

Exhaust System: Daytona HPE (High Performance Exhaust)

C70 itu ialah si “69” mengapa diberi nama 69??? Karena emang C70 yang satu ini keluarannya pada tahun 1969. Oh NoOO mimin masih belom melek dunia tuh wkwkwk, C70 yang dahulunya berwarna putih polos ini mengalami beberapa revisi dalam hal Chassis maupun engine.

Diawal waktu dirawat masih menggunakan engine dengan Cylinder Block berbahan iron cast atau bisa disebut “blok wesi” dengan kapasitas mesin yang masih kecil ato bisa dibilang small engine koentoel ini cukup maksimal dikelasnya. Seiring berjalannya waktu sang pemilik yakni Pak Ketum merevisi engine-nya karena mobilitas yang tinggi waktu itu. Maka dari itu Pak ketum mempercayakan meng-upgrade engine “69” ke Srikaya Garage yang beralamat di Jl. Srikaya No 6 Tambak Sari Surabaya. Dengan kapasitas mesin 136,67 Cm3 mampu menggilas aspal Jawa Timur tanpa ampun.

Setelah merevisi engine-nya “69” Pak ketum belum puas dengan tampilannya, oleh sebab itu tampilan “69” dirombak ulang dengan paduan warna putih dan ungu serta bertuliskan angka “69” dan mempercayakannya pada Bro Bejo Klepon Menganti Gresik. Dengan perubahan mencomot rim punya Honda Blade berwarna hitam yang elegan menjadikan “69” tampak garang. Setelah mengalami perubahan warna pada “69” minthi tersebut menjalani beberapa perjalanan yang cukup memukau yakni pernah sampai di titik 0 Km Indonesia yang menempuh 28 hari perjalanan pulang pergi di tahun 2012 serta tour de Lombok ditahun yang sama. Yang tidak bisa dilupakan dari “69” adalah suaranya yang khas yakni suara “Mbengings”nya menjadikan  “69” pun dijuluki “Si Koentoel Mbengings”.

Setelah lama melestarikan paduan warna putih dan ungu serta bertuliskan angka “69”, mengalami perombakan lagi yang cukup ekstrim dengan merubah warna serta tampilan lagi dengan mencomot batok stir milik pabrikan 3 garputala yakni Delux U5 kini tampilan “69” bergaya retro kekinian dengan warna ungu berpadu dengan biru dengan beberapa garis putih sebagai pemisah. Dengan mempercayakan pada Bro Catur serta Koko Jangwe.

Namun kebersamaaan dengan “69” berbatok lampu U5 berwarna ungu dan biru tidak bertahan lama. Setelah itu sang pemilik memilih mengembalikan kejayaan “69” seperti masa – masa beberapa waktu lalu. Karena beberapa hal “69” berubah tampilan lagi seperti kejayaannya waktu itu namun dengan tampilan baru yakni mencomot warna merah dipadukan dengan hitam dengan dipisah garis putih serta bertuliskan “69” lagi seperti masa kejayaannya. Tidak hanya perubahan tampilan saja, Engine pun diberikan maintenance ulang dan mempercayakan kepada Bro Dwis/Unyeel Gobis yang beralamatkan Jl. Ploso Timur 3 Surabaya. Namun satu yang sangat disayangkan, pada saat maintenance terakhir suara “mbengings” yang dimilikinya hilang tanpa jejak. Akan tetapi sang pemilik tidak merasa gelisah karena proses mengembalikan kejayaan “69” yang sangat panjang menjadikan “69” tetap menjadi idola dihati Pak Ketum.

Sekian ulasan dari mimin tunggu ulasan mimin dengan tunggangan para punggawa Koentoel Soerobojo yang lain di lain waktu.

Wassalamu’alaikum wr wb.

RELATED
NEWS
UPCOMING
EVENTS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK